Ekonomi Digital Indonesia Menuju USD 180 Miliar di 2030
Oleh Haratech Editorial
Ekonomi digital Indonesia memasuki periode transisi kritis, dengan berbagai laporan mengindikasikan bahwa negara ini akan tetap menjadi pasar digital terbesar dan paling dinamis di Asia Tenggara hingga akhir dekade.
Pertumbuhan E-commerce
Menurut laporan e-Conomy SEA 2025 oleh Google, Temasek dan Bain & Company, GMV e-commerce Indonesia diproyeksikan mencapai USD 71 miliar di 2025, naik dari USD 59 miliar di 2023. Video commerce menjadi pendorong utama dengan jumlah seller meningkat 75% year-on-year.
Layanan Keuangan Digital
Digital payment GTV diproyeksikan meningkat dari USD 340 miliar di 2023 menjadi USD 538 miliar di 2025. Digital lending bisa hampir dua kali lipat dari USD 7 miliar menjadi USD 13 miliar dalam periode yang sama.
Adopsi AI Terkuat di ASEAN
Indonesia mencatat momentum komersial AI terkuat di Asia Tenggara, dengan pendapatan dari aplikasi AI tumbuh 127% year-on-year — lebih tinggi dari pasar lain di kawasan. 79% pengguna Indonesia telah belajar menggunakan tools AI.
Proyeksi 2030
Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar USD 180 miliar GMV pada 2030, dengan skenario optimis hingga USD 340 miliar.